Postingan

Menampilkan postingan dengan label covid-19

Kurban Berbagi Kebahagiaan

Gambar
WABAH Covid-19 telah memukul sisi-sisi kehidupan kita. Banyak usaha gulung tikar, para pekerja dirumahkan, dan sulit sekali mencari lapangan pekerjaan dalam situasi seperti saat ini. Banyak orang yang bersedih, merana, dan kehidupan ekonomi keluarga begitu berat. Dalam situasi ini, kita kembali kedatangan Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban. Hari dimana orang beriman dianjurkan untuk berkurban, menyembelih sapi, kambing, atau domba, kemudian dibagi-bagikan ke lingkungan sekitar. Di antara hikmah penting Idul Adha adalah memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Idul Adha tidak sekadar upaya pendekatan diri kepada Allah atau meneladani sunah Nabi Ibrahim terhadap putranya, Nabi Ismail, yang kemudian dikukuhkan menjadi syariat Islam oleh Rasulullah. Jadi, pahala orang yang berkurban bukan karena semata-mata mengikuti perintah Allah, namun juga karena pelakunya telah memberikan kebahagiaan dan kegembiraan kepada orang lain melalui daging kurban yang diberikan. Rasulullah bersabda, “S...

Sehat dengan Hidup Bersih

Gambar
HINGGA saat ini, pandemi Covid-19 belum berakhir di negeri ini. Kecenderungannya malah naik. Jumlah orang yang terpapar sudah melewati dua juta jiwa. Lima puluh ribu di antaranya meninggal dunia. Ini menjadi peringatan untuk kita terus hidup dengan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjauhi kerumunan, mencuci tangan, dan melakukan vaksinasi sebagai bentuk ikhtiar. Pendemi ini sekaligus mengingatkan kita keharusan untuk membiasakan hidup bersih. Allah berfirman, “Sungguh Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan bersuci.” (QS at-Taubah [9]: 108) Tentang ayat di atas, Imam ath-Thabari dalam Tafsir ath-Thabari -nya menjelaskan, ayat tersebut turun berkenaan dengan orang-orang yang hadir di dalam masjid yang dibangun berdasarkan ketakwaan (Quba) sejak awal, di mana di dalamnya ada orang-orang yang gemar membersihkan diri dengan air setelah buang hajat. Allah menyukai orang-orang yang membersihkan diri dengan air. Dalam sumber lain, ath-Thabari juga menyebutkan bahwa saat Al...

Doa di Tengah Wabah

Gambar
PADA suatu hari, salah seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, pesankan sesuatu kepadaku yang akan berguna bagiku dari sisi Allah.” Rasulullah menjawab, “Perbanyaklah berdoa. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul.” (HR ath-Thabrani) Tidak sedikit orang yang meremehkan doa. Mereka menganggap, segala masalah bisa diselesaikan dengan usaha sendiri, tidak perlu doa. Doa dianggap sebagai sesuatu yang sia-sia dan tidak ada gunanya, sekadar ilusi, berharap pada sesuatu yang tidak ada wujudnya. Berbeda dengan usaha yang jelas ukuran dan targetnya. Ada masalah, dicarikan solusinya, dan masalah dapat dipecahkan, atau target bisa didapatkan. Pendek kata, mereka merasa tidak penting berdoa, cukup dengan usaha. Meremehkan apalagi mengabaikan doa bukanlah sikap seorang mukmin sejati yang meyakini adanya Allah yang mengatur segala sisi kehidupan manusia dan alam semesta. Seorang mukmin akan selalu menyertakan Allah dalam setiap usaha yang dilakukan. Segala persoal...