Postingan

Menampilkan postingan dengan label cinta

Agar Dikasihi Allah

Gambar
ORANG mukmin selalu ingin dikasihi Allah dalam kehidupan dunia. Di antara hal penting yang perlu dilakukan orang mukmin agar dikasihi Allah adalah mengasihi sesama. Dalam hadis, Amr bin al-Ash berkata, Rasulullah pernah berkhutbah di atas mimbar, “Kasihilah manusia, maka kalian akan dikasihi Allah!” (HR Ahmad) Surah pertama dalam mushaf Alquran adalah surah al-Fatihah, terdiri dari tujuh ayat. Surah ini dimulai dengan basmalah. Setiap surah dalam Alquran juga dimulai dengan basmalah, kecuali surah at-Taubah, surah ke-9. Ketika menulis surat kepada Bilqis, Sang Ratu Saba’, Nabi Sulaiman juga memulai dengan basmalah. Kita, setiap kali melakukan perbuatan baik, juga dianjurkan untuk membaca basmalah. Nabi mengatakan, “Segala sesuatu yang tak dimulai dengan menyebut nama Allah, maka ia kurang (berkahnya).” (HR Ibnu Hibban) Dalam basmalah terkandung dua nama Allah yang sekaligus merupakan sifat-Nya yang mulia, yakni ar-Rahman dan ar-Rahim. Ar-Rahman artinya Maha Pengasih, sement...

Jalan Menerima Cinta Allah

Gambar
Judul : Muara Cinta, Menyiapkan Hati Menerima Pancaran Cinta-Nya Penulis : Ust. Husin Nabil Penerbit : Noura Books Cetakan : I, 2016 Tebal : 226 halaman ISBN : 978-602-385-085-3 TUJUAN hidup orang beriman (beragama) adalah meraih cinta Allah. Namun, cinta-Nya tidak bisa didapatkan tanpa mencintai-Nya. Cinta yang benar-benar cinta, bukan main-main. Cinta yang tulus tanpa pamrih dan penuh kepasrahan. Cinta yang lahir karena kesadaran akan keberadaan-Nya yang selalu mengawasi dan melihat segala tindak-tanduknya dalam kehidupan. Dan, cinta kepada-Nya tidak akan lahir tanpa kesalehan. Buku karangan Ust. Husin Nabil, pengajar tasawuf, ini merupakan kumpulan tulisan-tulisan pendek bernapaskan ajaran-ajaran tasawuf yang mendorong setiap orang untuk mendapatkan cinta Allah yang merupakan muara segala cinta. Bagi Nabil, Allah adalah muara cinta sejati. Segala perbuatan atau laku manusia yang tidak berjiwakan cinta akan sia-sia. Cinta Allah tidak akan mungkin diraih dengan hal-hal y...

Beragama dengan Mencintai Sesama

Gambar
BERAGAMA tanpa cinta bisa berbuah petaka dan prahara. Cinta di sini bukan cinta eksklusif, yang hanya mementingkan atau di lingkaran kelompoknya sendiri, melainkan cinta inklusif: cinta pada kemanusiaan tanpa memandang anasir-anasir perbedaan. Dalam cinta inklusif, kita menyadari bahwa kita hidup dalam dan dengan perbedaan. Indonesia adalah tanah keberagaman. Para pendiri negara ini sedari awal sudah menyadarinya, sehingga menetapkan slogan “Bhinneka Tunggal Ika” dalam falsafah Pancasila: berbeda-beda, namun tetap satu. Kebhinekaan atau pluralitas di sini sengaja dikedepankan, karena demikianlah realitas Indonesia dulu dan kini yang perlu diwadahi dan dirawat bersama dengan semangat persatuan gotong royong oleh semua elemen yang ada, yang berbeda. Meski belum sepenuhnya berhasil, setidaknya upaya untuk mewadahi perbedaan telah dilakukan dan menjadi komitmen yang akan terus-menerus dirumuskan, diformulasikan, dikonsepsikan, dielaborasi, dan diimplementasikan dalam wujud kebijak...