Postingan

Menampilkan postingan dengan label inspirasi

Mementingkan Orang Lain

Gambar
DI antara karakter utama orang beriman adalah lebih mementingkan orang lain atau saudaranya dalam hal positif. Tidak hanya menganjurkan dan mendorong untuk itu, Nabi dan para sahabat juga mempraktikkannya secara nyata. Mereka begitu senang ketika telah membuat saudaranya senang, dan mereka bersedih ketika tidak bisa memberikan hal terbaik kepada saudaranya. Bahkan, mereka rela menderita asalkan saudaranya sesama orang beriman tidak menderita. Dalam Alquran, misalnya, Allah menggambarkan karakter orang Anshar, “Dan orang-orang (Anshar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS al-H...

Menyambut Peringatan Allah

Gambar
ALLAH selalu punya cara untuk memperingatkan manusia yang lalai. Peringatan itu bisa melalui orang lain atau sesama manusia. Bisa pula melalui peristiwa alam dalam rupa bencana, seperti gempa bumi, gunung meletus, angin kencang, banjir bandang, tanah longsor, dan seterusnya. Bagi orang beriman, semua peringatan itu sejatinya untuk menyadarkannya dari kelalaian dan kekeliruan, dan itu sangat bermanfaat baginya, “ Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. ” (QS adz-Dzariyat [51]: 55) Berkaitan dengan bencana, ada dua jenis bencana; pertama, bencana karena ketentuan Allah yang tak bisa dicegah siapa pun; kedua, bencana yang diakibatkan oleh ulah manusia. Gempa bumi atau gunung meletus, misalnya, ini adalah ketentuan Allah atau sunatullah, agar tercipta keseimbangan kembali. Inilah yang Allah firmankan, “ Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dal...

Pemimpin Antikorupsi

Gambar
DI antara tindak kejahatan paling besar dan berbahaya dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara adalah korupsi. Dampak dari tindak kejahatan ini sangat luar biasa. Negara menjadi bangkrut dan semakin lama semakin rapuh, dan bisa-bisa di ujung tanduk kehancuran. Allah SWT sudah jauh-jauh hari mengingatkan kita semua, bahkan hingga saat ini, untuk tidak berbuat curang, termasuk di dalamnya praktik-praktik korupsi, dalam mengelola harta negara, “Siapa yang berbuat curang, pada hari kiamat ia akan datang dengan yang harta yang dicuranginya. Kemudian, tiap-tiap diri akan dibalas penuh sesuai dengan perbuatannya.” (QS Ali ‘Imran [3]: 161) Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman, “Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian dari harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.” (QS al-Baqarah ...