Postingan

Menghormati Orang Berilmu

Gambar
SALAH satu akhlak orang beriman adalah menghormati orang berilmu atau orang alim. Dalam bahasa Arab, kata “ulama” adalah bentuk jamak dari kata “alim”. Orang alim secara spesifik adalah orang yang tahu ilmu agama secara mendalam. Secara general adalah orang yang punya ilmu pengetahuan, apa pun itu, tidak terbatas pada ilmu agama. Pengetahuan itu sendiri tidak selalu dari buku atau kitab tertulis, tetapi juga dari pengalaman dan fenomena alam sekitar. Bahkan, pengetahuan bisa berasal dari diri sendiri. Hal ini misalnya yang diungkapkan Allah dalam Alquran ketika menyuruh manusia untuk memperhatikan semua ciptaan-Nya dengan tujuan agar mereka memperoleh pengetahuan, “Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan? Dan langit, bagaimana ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ditegakkan? Dan bumi bagaimana dihamparkan?” (QS al-Ghasyiyah [88]: 17-20) Allah mencintai orang berilmu dan mendorong manusia untuk mencarinya di mana pun itu berada dan dari siapa pun at...

Mementingkan Orang Lain

Gambar
DI antara karakter utama orang beriman adalah lebih mementingkan orang lain atau saudaranya dalam hal positif. Tidak hanya menganjurkan dan mendorong untuk itu, Nabi dan para sahabat juga mempraktikkannya secara nyata. Mereka begitu senang ketika telah membuat saudaranya senang, dan mereka bersedih ketika tidak bisa memberikan hal terbaik kepada saudaranya. Bahkan, mereka rela menderita asalkan saudaranya sesama orang beriman tidak menderita. Dalam Alquran, misalnya, Allah menggambarkan karakter orang Anshar, “Dan orang-orang (Anshar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS al-H...

Salam yang Menyelamatkan

Gambar
SALAH satu akhlak mulia orang beriman dalam hubungan sosial dengan orang lain adalah menebarkan salam. Baik itu secara ucapan untuk menyapa dan mendoakan orang lain yang berpapasan atau ditemui, maupun secara perbuatan dengan menebarkan makna salam berupa kedamaian dan keselamatan dalam kehidupan. Dalam kitab al-Muwatha’ karya Imam Malik dikisahkan, ath-Thufail bin Ubay bin Ka’ab pernah mendatangi Abdullah bin Umar, lalu ia pergi bersamanya ke pasar. Setiap kali keduanya pergi ke pasar, Abdullah bin Umar selalu mengucapkan salam kepada siapa pun yang ditemui, baik itu pedagang maupun orang miskin. Di hari lain, ath-Thufail kembali datang ke tempat Abdullah bin Umar, lalu ia meminta supaya ath-Thufail menemaninya ke pasar. Ath-Thufail berkata, “Apa yang akan Anda kerjakan di pasar sebenarnya? Anda tidak menjual sesuatu, tidak pula menanyakan harga sesuatu barang untuk dibeli, tidak pula berpencaharian mencari rezeki di pasar itu, juga tidak pernah duduk-duduk di pasar. Dudu...