Postingan

Bekal Menuju Allah

Gambar
MANUSIA berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Namun, manusia sering kali melalaikan hal ini, lupa menjadikan kehidupan sebagai tempat mencari bekal untuk menuju kepada-Nya. Alih-alih mencari bekal, manusia malah mengingkari dan menjauhi-Nya. Allah mengingatkan, “Dan kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allahlah kembali (semua makhluk).” (QS an-Nur [24]: 42) Syaikh as-Sa’di dalam Tafsir -nya menjelaskan bahwa Allah menciptakan langit dan bumi. Dia yang memberikan rezeki pula kepada langit dan bumi. Allah juga yang mengatur langit dan bumi. Allah mengaturnya secara syar’i dan qadari . Maksudnya, semua harus tunduk pada aturan syariat Allah dan semua yang Allah tetapkan itu pasti terjadi. Bumi adalah tempat manusia beramal, sedangkan akhirat adalah tempat amal kita dibalas. Allah adalah tujuan sesungguhnya perjalanan setiap manusia. Manusia yang menemui-Nya tanpa membawa bekal apa-apa akan diempaskan-Nya dalam penderitaan berkepanjangan, di neraka-Nya....

Mensyukuri Nikmat Sehat

Gambar
HIDUP sehat adalah harapan setiap orang. Apalagi dalam situasi saat ini yang masih diliputi wabah korona yang belum reda. Apa pun akan dilakukan agar dirinya tidak sakit. Misalnya, dengan mengonsumsi makanan sehat, berolahraga, atau meminum vitamin. Nabi sendiri bersabda, “Mohonlah kepada Allah kesehatan. Sesungguhnya karunia yang lebih baik sesudah keimanan adalah kesehatan.” (HR Ibnu Majah)  Dalam kondisi sehat, seseorang bisa beraktivitas dengan optimal. Pikirannya juga akan bekerja dengan baik dan penuh konsentrasi. Bandingkan dengan orang yang sakit. Misalnya, seseorang terserang penyakit demam. Tidak hanya pergerakan fisik yang terganggu, tetapi juga pikiran menjadi tidak optimal berkonsentrasi. Apalagi jika demamnya tinggi yang membuatnya harus rehat di ranjang. Atau, seseorang mengalami sakit yang parah sehingga harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari.  Dalam hadis lain disebutkan bahwa setiap kali ada orang yang masuk Islam, Nabi selalu mengajarkan doa k...

Amal Pengembang Pahala

Gambar
SETIAP amal baik ada pahalanya. Seperti disebutkan dalam hadis, satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan bahkan lebih. Nabi bersabda, “Barang siapa berniat untuk berbuat suatu kebaikan, tetapi tidak melakukannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu amal kebaikan. Jika ia berniat baik lalu ia melakukannya, maka Allah mencatatnya berupa sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat, bahkan masih dilipatgandakan lagi.” (HR al-Bukhari dan Muslim) Setidaknya ada beberapa amal yang nilai pahalanya bisa berkembang semakin banyak meskipun orang yang beramal telah meninggal dunia. Pertama , amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh. Jariyah dalam bahasa Arab artinya “mengalir”, yakni pahalanya terus-menerus mengalir tanpa henti. Nabi bersabda, “Apabila anak Adam meninggal, maka putuslah amalnya kecuali tiga hal, yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat untuk orang lain, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR Muslim) Sedekah jariyah adalah pemberian kepada orang lain...

Berani Jujur

Gambar
KEJUJURAN untuk mengatakan yang benar pada saat ini tampaknya sudah menjadi barang langka atau sulit sekali ditemukan, terutama di sebagian pemangku jabatan publik dan aparat penegak hukum. Kejujuran terlihat hanya mudah dikatakan di mulut, tetapi sulit dalam praktiknya. Dengan berbagai dalih, kejujuran diabaikan bahkan disingkirkan laksana sampah tak berharga. Padahal, seperti dikatakan Abu Dzar, “Kekasihku (Rasulullah), memerintahkan tujuh hal kepadaku, di antaranya: beliau memerintahkanku untuk mengatakan yang benar walaupun itu pahit.” (HR Ahmad)  Manusia sulit untuk bersikap jujur secara praktik setidaknya karena dua hal. Pertama, tabiatnya memang sering tidak jujur. Kedua, ada kepentingan tertentu yang harus dibela atau diselamatkan, meski itu harus merugikan orang lain dan menyimpang dari kebenaran dan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur.  Tentang tabiat tidak jujur, Rasulullah pernah mengatakan, “Seseorang membiasakan diri untuk jujur, hingga ia ditetapkan di sisi A...

Budaya Amal Saleh

Gambar
PEPATAH mengatakan, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Begitu pula dalam hal amal saleh. Amal sedikit tetapi dilakukan secara konsisten, itu lebih baik daripada amal banyak, tetapi kemudian berhenti. Idealnya tentu saja secara kuantitas banyak, secara kualitas juga baik. Nabi bersabda, “Jangan membiasakan ibadah, lalu meninggalkannya.” (HR ad-Dailami)  Ibadah di sini tidak sekadar ibadah yang sifatnya  mahdah , seperti shalat, puasa, zikir, membaca al-Quran, tapi juga yang sifatnya  ghair mahdah , misalnya berbuat baik terhadap sesama, menolong dan membantu orang, dan seterusnya. Seperti dikatakan pada hadis di atas, kita jangan sampai melakukan satu ibadah atau amal beberapa hari saja, lalu tidak lagi melakukannya. Sesuatu yang baik terkadang bisa jadi buruk ketika kita berhenti melakukannya, misalnya berhenti beramal saleh setelah sebelumnya melakukan.  Diriwayatkan, pada suatu ketika Alqamah pernah bertanya pada Ummul Mukminin Aisyah, istri Rasulull...

Cinta kepada Nabi SAW

Gambar
KITA kembali dipertemukan dengan bulan Rabiul Awal. Bulan Nabi Muhammad dilahirkan. Juga bulan beliau berhijrah dari Mekah ke Madinah. Ada sejumlah pendapat tentang tanggal lahir beliau. Namun, mayoritas ulama dan ahli tarikh berpendapat bahwa tanggal kelahiran beliau adalah 12 Rabiul Awal. Tanggal ini pula yang kemudian hingga sekarang diperingati sebagai tanggal kelahiran beliau (Maulid Nabi). Lebih dari sekadar memperingati hari kelahiran sang manusia agung ini setiap tahun sebagai rutinitas, lebih penting lagi adalah mengingatkan diri kita masing-masing dan mengintrospeksi atau bermuhasabah, apakah selama ini segala ucapan dan tindakan kita sudah selaras dengan teladan Nabi. Apakah akhlak kita telah meniru akhlak beliau yang luhur, seperti ditegaskan Allah dalam Alquran, “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang luhur.” (QS al-Qalam [68]: 4) Jangan-jangan apa yang kita ucapkan dan lakukan selama ini jauh sekali dari tuntunan dan akhlak beliau. Jangan-...

Ujian Peningkat Derajat

Gambar
BAGI orang beriman, hidup sejatinya adalah panggung ujian. Ujian itu tak mesti melulu berbentuk sesuatu yang buruk. Ujian bisa juga sesuatu yang baik. Allah berfirman, “Setiap jiwa pasti akan mati. Dan, Kami uji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan; kepada Kamilah kalian kembali.” (QS al-Anbiya’ [21]: 35) Ketika manusia lahir ke dunia, bahkan ketika masih di dalam kandungan, ia sudah mengalami banyak ujian. Ia diuji, misalnya, dengan ibu yang mengandungnya. Apakah sang ibu dengan tulus menjaganya, memberinya asupan yang baik agar tumbuh sehat, hingga waktu melahirkan tiba; atau sebaliknya, tak peduli, bahkan dengan tega menggugurkannya karena tak menginginkannya.   Setelah lahir, manusia makin bertambah ujiannya. Apakah orang tua akan merawatnya atau menelantarkannya, mendidiknya dengan baik atau menyia-nyiakannya, mensyukurinya atau malah menyesal telah melahirkannya. Semakin dewasa, ujian makin bertambah ketika berinteraksi dengan lingkungan dan orang lain. Tern...