Postingan

Lisan yang Menyelamatkan

Gambar
PEPATAH mengatakan, “mulutmu harimaumu”. Artinya, lisan atau mulut bisa sangat berbahaya bila tak dikontrol. Bahaya tak hanya kepada orang lain karena seperti pepatah itu, bak harimau yang menerkam mangsa. Bahaya juga bagi pemiliknya karena bila yang keluar dari lisan adalah keburukan, akibat buruknya juga akan kembali kepada si pengucap atau yang dalam pepatah lain, “senjata makan tuan”. Saking pentingnya kontrol terhadap lisan, ajaran Islam sangat menekankan umatnya untuk hati-hati dalam berbicara. Pikirkan dulu sebelum berbicara, bukan sebaliknya. Ucapan yang dipikirkan lebih dulu biasanya akan lebih baik dan tersaring, karena dalam proses berpikir itu ada pertimbangan-pertimbangan tertentu, baik itu terhadap isi yang akan disampaikan maupun antisipasi terhadap kemungkinan-kemungkinan atau akibat-akibat yang bakal terjadi setelah berbicara. Dalam hadis dikatakan, Rasulullah mengingatkan dengan tegas, “Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat tanpa dipikirkan terlebih ...

Belajar dari Pengalaman

Gambar
PEPATAH mengatakan, pengalaman adalah guru terbaik. Bukan hanya pengalaman dirinya sendiri, melainkan juga pengalaman dari orang lain. Pengalaman atau peristiwa buruk diambil pelajarannya agar tidak dilakukan, dan pengalaman atau peristiwa baik agar dilakukan terus. Banyak orang yang tidak belajar dari pengalaman, akibatnya kerap kali terjerembab dua kali. Nabi mengingatkan, “Seorang mukmin tidak akan jatuh dua kali di lubang yang sama.” (HR al-Bukhari dan Muslim) Ibnu Utsaimin dalam kitabnya, Syarh Riyadhus Shalihin , mengatakan, “Seorang mukmin tidak jatuh dalam lubang yang sama dua kali, karena ia sudah waspada, pintar dan cerdas. Maka hal ini menunjukkan bahwa hendaknya seseorang itu memiliki kecerdasan, supaya tidak terulang kembali tertimpa kemudaratan.” Dikisahkan, seseorang yang begitu takjub dengan kepribadian dan kesalehan Imam Hasan al-Bashri pernah bertanya, “Siapa yang mendidik Anda memiliki pribadi seperti ini?” Hasan al-Bashri menjawab pendek, “Diriku sendiri.” “Baga...

Beramal karena Allah

Gambar
KEWAJIBAN seorang muslim dalam kehidupannya adalah beramal saleh dan beribadah kepada Allah dengan ikhlas semata-mata karena Allah, mengharapkan keridaan dan pahala semata-mata dari-Nya. Dalam beramal dan beribadah ini, manusia tidak diperkenankan untuk pamer atau riya dengan tujuan agar orang-orang memuji-muji, menyanjung-nyanjung, dan mengaguminya sebagai ahli amal atau ahli ibadah. Dalam hadis, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik, bertakwa, dan beramal (beribadah) secara sembunyi-sembunyi, yakni mereka yang apabila tidak berada di kumpulan orang-orang tidak ada yang merasa kehilangan mereka, dan apabila mereka berada di kumpulan orang-orang tidak ada seorang pun yang mengenali atau mengetahui mereka. Hati mereka adalah pelita-pelita yang menunjukkan jalan. Mereka keluar dari setiap kesulitan berat yang mereka alami.” (HR Ibnu Majah) Itulah manusia yang beramal secara sembunyi-sembunyi demi menghindari sikap pamer amal, karena orientas...

Tak Henti Bersyukur

Gambar
ORANG beriman tak boleh berhenti bersyukur kepada Allah atas segala nikmat dan karunia yang Dia berikan. Baik itu karunia yang sifatnya material maupun nonmaterial, banyak maupun sedikit, yang tampak maupun tidak tampak. Allah berfirman, “Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS al-Baqarah [2]: 152)  Di antara cara bersyukur itu adalah dengan menaati perintah Allah yang telah memberi kita nikmat, dan tidak mengkufuri-Nya, sebagaimana dikatakan oleh Imam al-Mahalli dan as-Suyuthi dalam kitab  Tafsir al-Jalalain . Cara lainnya, sebagaimana dikatakan oleh Syaikh as-Sa’di dalam kitab  Taisir al-Karim ar-Rahman , adalah syukur dengan hati berupa mengakui nikmat, dengan lisan berupa mengingat dan memuji Allah, dan dengan anggota tubuh berupa menaati-Nya dan menjauhi larangan-Nya.  Allah dan Rasulullah menyuruh kita untuk bersyukur, tetapi sering kali kita lalai. Itu tak hanya terjadi ketika kita mendapatkan rezeki yang banyak, tetapi juga ...

Sedekah Penambah Rezeki

Gambar
MANUSIA sering kali menganggap harta yang diberikan kepada orang lain sebagai sedekah atau amal sosial akan mengurangi hartanya. Secara matematis, bisa jadi benar. Sesuatu yang dikurangi akan menjadi sedikit. Namun, sedekah bukan soal matematis, karena ia bukan tentang angka-angka. Rasulullah mengatakan , “ Harta tidak akan berkurang karena disedekahkan. ” (HR Muslim) Jaminan tak berkurang ini langsung oleh Allah . Dia menegaskan bahwasanya harta yang disedekahkan oleh seseorang dengan tulus ikhlas semata-mata karena mengharap pahala -Nya tidak akan berkurang, meskipun secara kasat mata atau tampak berkurang. Pada hadis di atas Rasulullah memastikan jaminan Allah tersebut. Beliau menegaskan bahwa harta tidak akan berkurang sedikit pun karena disedekahkan.  Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam dalam kitab  Taudhih al-Ahkam min Bulugh al-Maram , menjelaskan, ada tiga makna harta tidak berkurang karena sedekah; pertama, Allah menumbuhkan atau mengembangkan, membersihkan ata...

Kunci Sukses Dakwah

Gambar
DI antara kunci sukses dakwah Rasulullah adalah karakter pendakwah, yakni diri Rasulullah sendiri, dan cara atau metode berdakwah. Pribadi Rasulullah yang santun, ramah, pengasih, penyayang, dan tepercaya ( al-amin ), membuat orang-orang yang berpikir logis dan terbuka akan langsung menerima. Selain itu, cara penyampaian dakwah beliau yang sifatnya mengajak, bukan memaksa, membuat orang-orang masuk Islam dengan sukarela dan tulus. Kepribadian Rasulullah sudah dikenal bahkan sebelum beliau menerima wahyu dari Allah untuk disampaikan kepada orang-orang. Masyarakat Mekkah telah mengetahui bahwa selain beliau punya nasab yang mulia, yakni Bani Hasyim, beliau juga tepercaya. Itu yang membuat, misalnya, orang-orang yang berseteru dalam soal peletakan Hajar Aswad di Kakbah, menyerahkannya kepada beliau. Itu pula yang membuat seorang saudagar perempuan kaya raya lagi janda, Khadijah binti Khuwailid, mempercayakan perdagangannya ke Syam kepada beliau. Bahkan, ia kemudian menikah dengan beliau...

Mendapat Balasan Kebaikan

Gambar
MANUSIA bukan makhluk super dan sempurna yang bisa segala-galanya. Kesempurnaan hanya milik Allah. Sering kali kita tidak tahu apa yang ada di balik peristiwa yang kita alami dalam kehidupan, terutama yang kita anggap atau rasa buruk dan menyakitkan. Allah menegaskan bahwa segala yang terjadi pada diri manusia sesungguhnya adalah ulah manusia itu sendiri. Allah berfirman, “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.” (QS asy-Syura [42]: 30). Allah bukan Tuhan yang jahat dan tidak akan menjahati atau menzalimi manusia. Manusia itu sendiri yang menjahati atau menzalimi diri sendiri. Hal ini ditegaskan Allah, “Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun, tetapi manusia itulah yang menzalimi dirinya sendiri.” (QS Yunus [10]: 44) Oleh karena itu, ketika kita ditimpa hal-hal yang kita anggap buruk, kita tak perlu langsung menyalahkan siapa pun atau hal-hal di luar kita. Kita mesti segera melihat ke dalam diri kita sendiri, men...