Postingan

Menampilkan postingan dengan label hikmah

Kebaikan Sejati Orang Mukmin

Gambar
MENJADI orang Mukmin adalah anugerah tak terhingga dari Allah kepada makhluk-Nya. Pada hadis di atas, Rasulullah mengungkapkan bahwa kebaikan yang dilakukan oleh orang Mukmin tidak akan Allah sia-siakan. Allah akan membalasnya dengan kebaikan di dunia dan di akhirat.  Dalam hadis, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menzalimi kebaikan seorang Mukmin. Dengan kebaikan itu, Allah memberinya rezeki di dunia. Dan, di akhirat nanti, kebaikan itu akan dibalas.” (HR Muslim)  Segala sisi orang Mukmin adalah kebaikan atau bernilai baik.  Pertama , Allah tidak akan menzalimi orang Mukmin, apalagi menzalimi kebaikan yang dilakukannya. Imam an-Nawawi dalam kitab  Syarh Shahih Muslim  menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan ‘tidak akan menzalimi’ di sini adalah tidak akan mengurangi. Yakni, tidak akan mengurangi pahala kebaikan yang dilakukannya. Sebaliknya, Allah akan melipatgandakan kebaikan tersebut.  Dalam Alquran, Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah...

Mendapat Balasan Kebaikan

Gambar
MANUSIA bukan makhluk super dan sempurna yang bisa segala-galanya. Kesempurnaan hanya milik Allah. Sering kali kita tidak tahu apa yang ada di balik peristiwa yang kita alami dalam kehidupan, terutama yang kita anggap atau rasa buruk dan menyakitkan. Allah menegaskan bahwa segala yang terjadi pada diri manusia sesungguhnya adalah ulah manusia itu sendiri. Allah berfirman, “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.” (QS asy-Syura [42]: 30). Allah bukan Tuhan yang jahat dan tidak akan menjahati atau menzalimi manusia. Manusia itu sendiri yang menjahati atau menzalimi diri sendiri. Hal ini ditegaskan Allah, “Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun, tetapi manusia itulah yang menzalimi dirinya sendiri.” (QS Yunus [10]: 44) Oleh karena itu, ketika kita ditimpa hal-hal yang kita anggap buruk, kita tak perlu langsung menyalahkan siapa pun atau hal-hal di luar kita. Kita mesti segera melihat ke dalam diri kita sendiri, men...

Sehat dengan Hidup Bersih

Gambar
HINGGA saat ini, pandemi Covid-19 belum berakhir di negeri ini. Kecenderungannya malah naik. Jumlah orang yang terpapar sudah melewati dua juta jiwa. Lima puluh ribu di antaranya meninggal dunia. Ini menjadi peringatan untuk kita terus hidup dengan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjauhi kerumunan, mencuci tangan, dan melakukan vaksinasi sebagai bentuk ikhtiar. Pendemi ini sekaligus mengingatkan kita keharusan untuk membiasakan hidup bersih. Allah berfirman, “Sungguh Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan bersuci.” (QS at-Taubah [9]: 108) Tentang ayat di atas, Imam ath-Thabari dalam Tafsir ath-Thabari -nya menjelaskan, ayat tersebut turun berkenaan dengan orang-orang yang hadir di dalam masjid yang dibangun berdasarkan ketakwaan (Quba) sejak awal, di mana di dalamnya ada orang-orang yang gemar membersihkan diri dengan air setelah buang hajat. Allah menyukai orang-orang yang membersihkan diri dengan air. Dalam sumber lain, ath-Thabari juga menyebutkan bahwa saat Al...

Tugas Umat Terbaik

Gambar
UMAT Islam disebut Allah sebagai umat terbaik. Kualitas ini tidak dilihat dari penampilan fisik tetapi dari aktivitasnya dalam kehidupan disertai dengan kondisi hati yang selalu terpaut dengan Allah dan tak melupakan-Nya. Allah berfirman, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS Ali ‘Imran [3]: 110) Ibnu Katsir   dalam kitabnya,  Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim  menyebutkan hadis Durrah binti Abi Lahab, ia menceritakan bahwa ada seseorang menemui Rasulullah sewaktu beliau berpidato di atas mimbar, lalu ia bertanya, “Siapakah orang yang terbaik itu, wahai Rasulullah?”   Beliau menjawab, “Manusia yang terbaik adalah manusia yang paling baik bacaan Alqurannya, paling bertakwa kepada Allah, paling giat melakukan amar makruf nahi mungkar dan paling suka bersilaturahmi.” Al-Qurthubi dalam kitabnya,  al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an , mengutip perkataan Muja...

Amal Pengembang Pahala

Gambar
SETIAP amal baik ada pahalanya. Seperti disebutkan dalam hadis, satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan bahkan lebih. Nabi bersabda, “Barang siapa berniat untuk berbuat suatu kebaikan, tetapi tidak melakukannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu amal kebaikan. Jika ia berniat baik lalu ia melakukannya, maka Allah mencatatnya berupa sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat, bahkan masih dilipatgandakan lagi.” (HR al-Bukhari dan Muslim) Setidaknya ada beberapa amal yang nilai pahalanya bisa berkembang semakin banyak meskipun orang yang beramal telah meninggal dunia. Pertama , amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh. Jariyah dalam bahasa Arab artinya “mengalir”, yakni pahalanya terus-menerus mengalir tanpa henti. Nabi bersabda, “Apabila anak Adam meninggal, maka putuslah amalnya kecuali tiga hal, yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat untuk orang lain, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR Muslim) Sedekah jariyah adalah pemberian kepada orang lain...

Cinta kepada Nabi SAW

Gambar
KITA kembali dipertemukan dengan bulan Rabiul Awal. Bulan Nabi Muhammad dilahirkan. Juga bulan beliau berhijrah dari Mekah ke Madinah. Ada sejumlah pendapat tentang tanggal lahir beliau. Namun, mayoritas ulama dan ahli tarikh berpendapat bahwa tanggal kelahiran beliau adalah 12 Rabiul Awal. Tanggal ini pula yang kemudian hingga sekarang diperingati sebagai tanggal kelahiran beliau (Maulid Nabi). Lebih dari sekadar memperingati hari kelahiran sang manusia agung ini setiap tahun sebagai rutinitas, lebih penting lagi adalah mengingatkan diri kita masing-masing dan mengintrospeksi atau bermuhasabah, apakah selama ini segala ucapan dan tindakan kita sudah selaras dengan teladan Nabi. Apakah akhlak kita telah meniru akhlak beliau yang luhur, seperti ditegaskan Allah dalam Alquran, “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang luhur.” (QS al-Qalam [68]: 4) Jangan-jangan apa yang kita ucapkan dan lakukan selama ini jauh sekali dari tuntunan dan akhlak beliau. Jangan-...

Ujian Peningkat Derajat

Gambar
BAGI orang beriman, hidup sejatinya adalah panggung ujian. Ujian itu tak mesti melulu berbentuk sesuatu yang buruk. Ujian bisa juga sesuatu yang baik. Allah berfirman, “Setiap jiwa pasti akan mati. Dan, Kami uji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan; kepada Kamilah kalian kembali.” (QS al-Anbiya’ [21]: 35) Ketika manusia lahir ke dunia, bahkan ketika masih di dalam kandungan, ia sudah mengalami banyak ujian. Ia diuji, misalnya, dengan ibu yang mengandungnya. Apakah sang ibu dengan tulus menjaganya, memberinya asupan yang baik agar tumbuh sehat, hingga waktu melahirkan tiba; atau sebaliknya, tak peduli, bahkan dengan tega menggugurkannya karena tak menginginkannya.   Setelah lahir, manusia makin bertambah ujiannya. Apakah orang tua akan merawatnya atau menelantarkannya, mendidiknya dengan baik atau menyia-nyiakannya, mensyukurinya atau malah menyesal telah melahirkannya. Semakin dewasa, ujian makin bertambah ketika berinteraksi dengan lingkungan dan orang lain. Tern...

Takwa Menuju Surga

Gambar
DI hadapan Allah, semua manusia sama, yakni makhluk ciptaan-Nya. Namun, ada pembeda utama di antara mereka. Pembeda itu bukan dari sisi bentuk wajah, badan, atau penampakan fisik lainnya, melainkan ketakwaan: hati yang bersih dan anggota badan yang diarahkan untuk mengabdi kepada Allah dan beramal saleh. Nabi bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Tetapi, Dia hanyalah melihat pada hati dan amal kalian.” (HR Muslim) Ibnu Rajab menjelaskan dalam kitab Syarh Manzhumah al-Adab , takwa tempatnya berada dalam hati, sehingga tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui hakikatnya kecuali Allah. Betapa banyak orang yang rupanya bagus, hartanya banyak, pangkat atau kedudukan dunianya tinggi, tetapi hatinya kosong dari ketakwaan. Sebaliknya, ada orang yang tidak seperti itu tetapi hatinya penuh dengan ketakwaan, maka jadilah dia orang yang paling mulia di Allah. Allah menegaskan dalam firman-Nya, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari...

Doa di Tengah Wabah

Gambar
PADA suatu hari, salah seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, pesankan sesuatu kepadaku yang akan berguna bagiku dari sisi Allah.” Rasulullah menjawab, “Perbanyaklah berdoa. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul.” (HR ath-Thabrani) Tidak sedikit orang yang meremehkan doa. Mereka menganggap, segala masalah bisa diselesaikan dengan usaha sendiri, tidak perlu doa. Doa dianggap sebagai sesuatu yang sia-sia dan tidak ada gunanya, sekadar ilusi, berharap pada sesuatu yang tidak ada wujudnya. Berbeda dengan usaha yang jelas ukuran dan targetnya. Ada masalah, dicarikan solusinya, dan masalah dapat dipecahkan, atau target bisa didapatkan. Pendek kata, mereka merasa tidak penting berdoa, cukup dengan usaha. Meremehkan apalagi mengabaikan doa bukanlah sikap seorang mukmin sejati yang meyakini adanya Allah yang mengatur segala sisi kehidupan manusia dan alam semesta. Seorang mukmin akan selalu menyertakan Allah dalam setiap usaha yang dilakukan. Segala persoal...