Postingan

Menampilkan postingan dengan label motivasi

Bencana yang Menyadarkan

Gambar
BENCANA alam sering kali datang secara tiba-tiba tanpa kita duga-duga. Padahal, Allah sudah banyak memperingatkan perihal bencana ini tidak hanya dalam ayat-ayat Alquran ( ayat quraniyah ), tetapi juga dalam ayat-ayat alam ( ayat kauniyah ). Dalam  ayat quraniyah , kita diceritakan perihal banjir besar pada zaman Nabi Nuh akibat umatnya ingkar. Juga gempa bumi yang terjadi di zaman Nabi Saleh, Nabi Luth, dan Nabi Syuaib, yang disebabkan oleh umat mereka yang ingkar dan menentang kebenaran dari Allah.  Adapun dalam  ayat kauniyah , kita dapat membaca buku-buku sejarah dunia yang berisi bencana alam di masa lalu, atau kita baca dan lihat di sejumlah berita, peristiwa bencana alam tragis yang menewaskan banyak orang. Misalnya, bencana tsunami, gunung meletus, banjir bandang, dan baru-baru ini gempa bumi di negeri ini yang membuat lebih kurang ratusan orang meninggal. Untuk kita yang tidak mengalami bencana itu, tentu saja menjadi pelajaran bagi kita untuk waspada dan menya...

Jangan Berkecil Hati

Gambar
MANUSIA sering kali membanding-bandingkan miliknya dengan milik orang lain. Sering kali, hal ini bukan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sendiri, melainkan untuk mencari-cari kesalahan, menggunjing, hingga tahap mendengki, bahkan memfitnah orang lain dengan sesuatu yang sesungguhnya tak benar. Akibatnya, orang lain selalu dilihat dari perspektif negatif tanpa pernah berusaha untuk berpikir positif dan mengintrospeksi diri.  Kita sering kali mempertanyakan, kenapa rezeki kita, misalnya, sedikit, bahkan seret, sementara rezeki orang lain terlihat begitu gampang didapat, bahkan mengalir tak henti-hentinya. Bukannya kita berusaha mengintrospeksi diri, kita sering kali malah menuding orang lain itu dengan hal-hal buruk atau negatif. Padahal, sejatinya kita tak pernah tahu apa yang terjadi sebenarnya. Hanya Allah yang Mahatahu.  Islam melarang kita untuk berprasangka buruk terhadap orang lain, apalagi sampai mendengki, memfitnah, dan mencelakakannya. Sebaliknya, Islam mendo...

Tak Henti Bersyukur

Gambar
ORANG beriman tak boleh berhenti bersyukur kepada Allah atas segala nikmat dan karunia yang Dia berikan. Baik itu karunia yang sifatnya material maupun nonmaterial, banyak maupun sedikit, yang tampak maupun tidak tampak. Allah berfirman, “Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS al-Baqarah [2]: 152)  Di antara cara bersyukur itu adalah dengan menaati perintah Allah yang telah memberi kita nikmat, dan tidak mengkufuri-Nya, sebagaimana dikatakan oleh Imam al-Mahalli dan as-Suyuthi dalam kitab  Tafsir al-Jalalain . Cara lainnya, sebagaimana dikatakan oleh Syaikh as-Sa’di dalam kitab  Taisir al-Karim ar-Rahman , adalah syukur dengan hati berupa mengakui nikmat, dengan lisan berupa mengingat dan memuji Allah, dan dengan anggota tubuh berupa menaati-Nya dan menjauhi larangan-Nya.  Allah dan Rasulullah menyuruh kita untuk bersyukur, tetapi sering kali kita lalai. Itu tak hanya terjadi ketika kita mendapatkan rezeki yang banyak, tetapi juga ...

Tugas Umat Terbaik

Gambar
UMAT Islam disebut Allah sebagai umat terbaik. Kualitas ini tidak dilihat dari penampilan fisik tetapi dari aktivitasnya dalam kehidupan disertai dengan kondisi hati yang selalu terpaut dengan Allah dan tak melupakan-Nya. Allah berfirman, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS Ali ‘Imran [3]: 110) Ibnu Katsir   dalam kitabnya,  Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim  menyebutkan hadis Durrah binti Abi Lahab, ia menceritakan bahwa ada seseorang menemui Rasulullah sewaktu beliau berpidato di atas mimbar, lalu ia bertanya, “Siapakah orang yang terbaik itu, wahai Rasulullah?”   Beliau menjawab, “Manusia yang terbaik adalah manusia yang paling baik bacaan Alqurannya, paling bertakwa kepada Allah, paling giat melakukan amar makruf nahi mungkar dan paling suka bersilaturahmi.” Al-Qurthubi dalam kitabnya,  al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an , mengutip perkataan Muja...

Amal Pengembang Pahala

Gambar
SETIAP amal baik ada pahalanya. Seperti disebutkan dalam hadis, satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan bahkan lebih. Nabi bersabda, “Barang siapa berniat untuk berbuat suatu kebaikan, tetapi tidak melakukannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu amal kebaikan. Jika ia berniat baik lalu ia melakukannya, maka Allah mencatatnya berupa sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat, bahkan masih dilipatgandakan lagi.” (HR al-Bukhari dan Muslim) Setidaknya ada beberapa amal yang nilai pahalanya bisa berkembang semakin banyak meskipun orang yang beramal telah meninggal dunia. Pertama , amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh. Jariyah dalam bahasa Arab artinya “mengalir”, yakni pahalanya terus-menerus mengalir tanpa henti. Nabi bersabda, “Apabila anak Adam meninggal, maka putuslah amalnya kecuali tiga hal, yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat untuk orang lain, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR Muslim) Sedekah jariyah adalah pemberian kepada orang lain...

Cinta kepada Nabi SAW

Gambar
KITA kembali dipertemukan dengan bulan Rabiul Awal. Bulan Nabi Muhammad dilahirkan. Juga bulan beliau berhijrah dari Mekah ke Madinah. Ada sejumlah pendapat tentang tanggal lahir beliau. Namun, mayoritas ulama dan ahli tarikh berpendapat bahwa tanggal kelahiran beliau adalah 12 Rabiul Awal. Tanggal ini pula yang kemudian hingga sekarang diperingati sebagai tanggal kelahiran beliau (Maulid Nabi). Lebih dari sekadar memperingati hari kelahiran sang manusia agung ini setiap tahun sebagai rutinitas, lebih penting lagi adalah mengingatkan diri kita masing-masing dan mengintrospeksi atau bermuhasabah, apakah selama ini segala ucapan dan tindakan kita sudah selaras dengan teladan Nabi. Apakah akhlak kita telah meniru akhlak beliau yang luhur, seperti ditegaskan Allah dalam Alquran, “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang luhur.” (QS al-Qalam [68]: 4) Jangan-jangan apa yang kita ucapkan dan lakukan selama ini jauh sekali dari tuntunan dan akhlak beliau. Jangan-...

Kualitas Semakin Meningkat

Gambar
BULAN Ramadan yang penuh berkah telah berlalu. Kita memasuki bulan Syawal yang menurut bahasa berarti “peningkatan”. Maksudnya, amal-amal saleh baik yang berupa ibadah mahdah maupun ghair mahdah meningkat. Dengan kata lain, bulan ini adalah bulan meningkatkan kualitas diri kita setelah sebulan penuh sebelumnya digembleng dengan puasa di siang hari dan beribadah di malam hari. Oleh karena itu, pada bulan Syawal kita disunahkan untuk berpuasa enam hari, sebagai wujud kontinuitas kita dalam beramal salah tanpa terputus. Meskipun kita telah berpuasa sebulan penuh, tetapi setelah itu tidak berarti ibadah puasa kita terputus. Kita masih dianjurkan untuk berpuasa Syawal yang pahalanya sangat besar. Nabi bersabda, “Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadan lalu diiringinya dengan puasa enam hari bulan Syawal, berarti ia telah berpuasa setahun penuh.” (HR al-Bukhari dan Muslim) Termasuk ibadah yang seyogianya ditingkatkan setelah Ramadan adalah ibadah malam. Di bulan Ramadan, kit...