Postingan

Menampilkan postingan dengan label etika islam

Provokasi Merusak Relasi

Gambar
SUATU hari, Rasulullah bertanya kepada para sahabatnya, “Tahukah kalian apa yang disebut dengan  al-‘adhu ?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Beliau bersabda, “Yaitu, menyampaikan suatu ucapan (pernyataan) dari seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak (relasi atau kondisi baik) di antara mereka.” (HR al-Baihaqi)  Islam sangat menekankan pentingnya menciptakan relasi sosial yang harmonis di antara manusia. Pada saat yang sama menekan kuat-kuat upaya-upaya apa pun yang merusak hubungan tersebut. Salah satu upaya yang merusak itu adalah melakukan provokasi terhadap satu orang atau kelompok dengan tujuan menumbuhkan kecurigaan, memunculkan konflik, hingga akhirnya merusak hubungan sosial yang telah terjalin.  Pada hadis di atas, Rasulullah menyebut provokasi itu sebagai  al-‘adhu . Kata ini sinonim dengan  an-namimah , yakni mengadu domba manusia untuk tujuan mengacaukan atau merusak hubungan atau situasi kondusif di tengah-...

Pejabat Amanah Antikorupsi

Gambar
DALAM Islam, jabatan adalah amanah yang harus ditunaikan dengan baik dan penuh tanggung jawab. Orang yang telah diberi jabatan untuk mengurusi masalah umum atau umat harus menjauhi perilaku-perilaku menyimpang, seperti korupsi dan menyalahgunakan jabatan dan wewenang untuk kepentingan diri dan keluarga. Ia harus mementingkan urusan umat sesuai dengan tugas yang diemban.  Dikisahkan, Rasulullah pernah memberikan tugas untuk memungut zakat kepada seseorang dari suku Azdi bernama Ibnu Luthbiyah. Beberapa waktu kemudian, setelah dengan baik menunaikan tugasnya, Ibnu Luthbiyah menemui Rasulullah, lantas berkata, “Wahai Rasulullah, bagian ini untuk Anda, dan bagian ini untukku.”  Melihat hal itu, wajah Rasulullah memerah karena marah. Di atas mimbar, di hadapan para sahabat, beliau bersabda, “Sesungguhnya aku telah memberikan suatu tugas sesuai perintah Allah kepadaku untuk aku sampaikan kepada seseorang. Kemudian, orang itu melaksanakannya, lalu ia datang lagi kepadaku sambil m...

Kemuliaan Rasa Malu

Gambar
RASULULLAH bersabda, “Jika engkau tidak punya (kehilangan) rasa malu, berbuatlah sesukamu.” (HR al-Bukhari dari Abu Mas’ud)   Salah satu akhlak orang beriman adalah punya rasa malu. Malu dalam hal ini adalah malu untuk melakukan kemaksiatan dan keburukan, karena selain merugikan orang lain, juga merugikan diri sendiri. Termasuk malu dalam hal ini juga adalah malu untuk tidak banyak melakukan amal saleh, padahal ada kesempatan untuk melakukannya. Jadi, malu dalam hal ini adalah malu yang positif, malu yang membangun dan meningkatkan kualitas diri di hadapan Allah.   Rasa malu ini didasari oleh kesadaran bahwa Allah selalu melihatnya di mana pun ia berada. Rasa malu terhadap-Nya inilah yang diteladankan oleh Nabi Yusuf ketika digoda oleh istri al-Aziz, seorang pembesar Mesir, yang dalam riwayat bernama Zulaikha. Perempuan ini sangat menyukai Yusuf karena ketampanannya. Namun, wajah tampan yang dimiliki Yusuf tak sontak membuatnya memanfaatkannya untuk melakukan perbuatan m...

Persaudaraan Menjauhkan Perpecahan

Gambar
“SESUNGGUHNYA orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati.” (QS al-Hujurat [49]: 10)   Ketika kaum Muhajirin tiba di Madinah, mereka merasa menjadi tamu di negeri orang. Hal itu sedikit banyak membuat mereka merasa tidak enak. Akan tetapi, kaum Anshar tidak menganggap mereka sebagai tamu. Justru, mereka menganggap sebagai saudara seiman dan seagama. Rasulullah kemudian mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan kaum Anshar. Di antara yang dipersaudarakan itu adalah Abdurrahman bin Auf dan Sa’ad bin Rabi’. Dalam kitab  Sunan at-Tirmidzi  karya Imam at-Tirmidzi dikisahkan bahwasanya Sa’ad menawarkan pada Abdurrahman, “Apakah engkau mau jika aku membagi harta yang aku miliki sekarang menjadi dua bagian; sebagian untukku dan sebagiannya lagi untukmu? Aku juga punya dua orang istri, apakah engkau mau jika aku mentalak salah seorang dari mereka, kemudian setelah masa idahnya selesai en...

Istiqamah dalam Ucapan

Gambar
LISAN manusia bisa mengatakan apa pun, tentang apa pun, dan kepada siapa pun. Sayangnya, manusia acap kali gagal mengontrol lisan atau ucapannya, sehingga yang keluar adalah hal-hal negatif. Tak sedikit gara-gara lisan, terjadi cekcok dan pertengkaran antar sesama. Tak sedikit pula, dari cekcok dan pertengkaran itu berlanjut ke kontak fisik yang menimbulkan luka tak hanya fisik, tetapi juga batin, yakni munculnya dendam.  Mengingat pentingnya lisan, Rasulullah mewanti-wanti kita untuk menjaganya agar tetap berada di jalan yang lurus atau istiqamah dalam kebaikan dan hal-hal positif. Beliau bersabda dalam hadisnya, “Iman seorang hamba tidak akan istiqamah sebelum hatinya istiqamah. Dan, hati itu tidak akan istiqamah sebelum lisannya (ucapannya) istiqamah.” (HR Ahmad)  Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya,  Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam , menjelaskan, istiqamah adalah meniti jalan yang lurus, yaitu agama yang lurus, dengan tanpa membelok ke kanan atau ke kiri. Dan, is...

Baik terhadap Tetangga

Gambar
MANUSIA adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan. Selain keluarga, orang yang paling dekat adalah tetangga. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab  Fath al-Bari  yang merupakan syarah dari kitab  Shahih al-Bukhari , menyebutkan bahwa para ulama berbeda pendapat mengenai batasan tetangga. Ada yang berpendapat 40 rumah dari setiap sisi. Ada yang berpendapat 40 rumah di sekitar kita. Ada pula yang berpendapat 10 rumah dari setiap sisi.  Dalam hidup bertetangga, Nabi memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada tetangga dan tidak berbuat jahat kepada tetangga. Beliau bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berbuat baiklah kepada tetangganya.” (HR Ibnu Majah). Dalam hadis lain, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah menyakiti tetangganya.” (HR al-Bukhari)  Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam kitab  Taisir al-Karim ar-Rahman  menjelaskan, tetangga yang lebih dekat tempatnya, maka lebih besar haknya. Mak...

Sedekah Penambah Rezeki

Gambar
MANUSIA sering kali menganggap harta yang diberikan kepada orang lain sebagai sedekah atau amal sosial akan mengurangi hartanya. Secara matematis, bisa jadi benar. Sesuatu yang dikurangi akan menjadi sedikit. Namun, sedekah bukan soal matematis, karena ia bukan tentang angka-angka. Rasulullah mengatakan , “ Harta tidak akan berkurang karena disedekahkan. ” (HR Muslim) Jaminan tak berkurang ini langsung oleh Allah . Dia menegaskan bahwasanya harta yang disedekahkan oleh seseorang dengan tulus ikhlas semata-mata karena mengharap pahala -Nya tidak akan berkurang, meskipun secara kasat mata atau tampak berkurang. Pada hadis di atas Rasulullah memastikan jaminan Allah tersebut. Beliau menegaskan bahwa harta tidak akan berkurang sedikit pun karena disedekahkan.  Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam dalam kitab  Taudhih al-Ahkam min Bulugh al-Maram , menjelaskan, ada tiga makna harta tidak berkurang karena sedekah; pertama, Allah menumbuhkan atau mengembangkan, membersihkan ata...

Etika, Kunci Jadi Manusia Berkualitas

Gambar
Judul : Keutamaan Etika Islam, Menjadi Manusia Berkarakter & Berkualitas Penulis : Fajar Kurnianto Penerbit : Quanta Cetakan : I, 2017 Tebal : viii+296 halaman ISBN : 978-602-04-1095-1 SETIAP agama mengajarkan kebaikan dan bertujuan menjadikan manusia sebagai makhluk yang baik; pada ucapan, perilaku, tindakan maupun yang lainnya dalam kehidupan sosial. Menurut pandangan agama, orang yang baik adalah orang yang punya karakter kuat dan kualitas yang tinggi dan mumpuni. Karakter dan kualitas ini hanya akan terbentuk ketika segala ucapan, perilaku dan tindakannya berdasarkan etika atau moral yang luhur sebagai pancaran dari ajaran agama yang mulia di sisi Tuhan. Dalam buku ini, Fajar Kurnianto, berbicara soal karakter dan kualitas manusia dari sisi ajaran Islam yang mengedepankan etika sebagai landasan atau fundamen dasarnya. Etika yang membentuk manusia menjadi makhluk yang berkarakter kuat, tidak menjadi orang lain, tetapi menjadi diri sendiri. Tidak terombang-ambing ...