Postingan

Mendoakan Kebaikan

Gambar
MANUSIA pada hakikatnya adalah makhluk yang lemah dan tak sempurna di mata Allah. Allah berfirman, “Dan manusia diciptakan dalam keadaan lemah.’” (QS an-Nisa’ [4]: 28). Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Thariq al-Hijratain menafsirkan, kelemahan di sini mencakup semuanya secara umum. Manusia lemah badan, lemah kekuatan, lemah keinginan, lemah ilmu pengetahuan, dan lemah kesabaran.  Hanya Allah Yang Mahakuat dan Mahasempurna. Karena itu, manusia perlu berdoa kepada-Nya agar dibantu atau ditolong menghadapi berbagai kesulitan hidup yang tak kuasa dia hadapi. Juga mendoakan orang lain dengan kebaikan. Nabi bersabda, “Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, ‘ Dan bagimu juga kebaikan yang sama .’ ” (HR Muslim) Doa itu sendiri oleh Rasulullah disebut sebagai mukh al-‘ibadah (otaknya ibadah), “Doa itu adalah otaknya ibadah.” (HR at-Tirmidzi). Maksudnya, inti dari ibadah, karena o...

Bahagia dengan Berkurban

Gambar
BEBERAPA hari lagi kita akan masuk bulan Zulhijah, salah satu bulan Haram dalam Islam, selain Muharam, Rajab, dan Zulqa’dah. Bulan Haram dalam tradisi Arab sebelum Islam, kemudian ditegaskan dalam Islam, adalah bulan mulia dan terhormat. Pada bulan Zulhijah, ada kewajiban berhaji yang merupakan rukun Islam kelima bagi yang mampu. Ada juga hari raya Idul Adha atau Idul Qurban, di mana orang mukmin dianjurkan untuk berkurban sapi atau kambing/domba. Allah berfirman, “Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).” (QS al-Kautsar [108]: 2) Dalam hadis disebutkan, Nabi bersabda, “Tidak ada amalan yang dilakukan manusia pada hari Nahar (Idul Adha) yang lebih dicintai Allah selain daripada mengucurkan darah (hewan kurban). Karena sesungguhnya hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi. Maka ber...

Haji Mendekati Allah

Gambar
BULAN Zulhijjah atau bulan Haji akan segera tiba. Kaum muslim, baik laki-laki maupun perempuan, yang mampu secara finansial dan fisik, diwajibkan untuk pergi menuju Baitullah di Mekkah guna menunaikan rukun Islam kelima, yakni berhaji. Allah berfirman, “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka.” (QS al-Hajj [22]: 27-28) Ayat ini adalah firman Allah yang ditujukan kepada Nabi Ibrahim untuk menyerukan ibadah haji, niscaya orang-orang dari berbagai penjuru negeri datang dengan beragam cara dan jalan. Dari darat, laut, hingga udara. Dulu, sebelum ada pesawat terbang, orang-orang berhaji menggunakan jalur darat dan laut. Terkadang, memakan waktu yang lama. Kini, waktu seperti bisa dilipat menjadi lebih cepat dengan adanya pesawat terbang. Seruan Nabi Ibrahim benar-benar menjadi kenyataan, sa...

Buah Kesabaran

Gambar
TIDAK selalu yang kita harapkan atau cita-citakan terwujud. Kita sering kali inginnya serba instan dan cepat mendapatkan sesuatu. Dan, ketika kita gagal meraihnya, kita menyerah dan putus asa. Kita tak cukup sabar menjalani proses untuk mendapatkan apa yang kita mau. Padahal, sabar adalah kunci utama keberhasilan kita. Sabar juga kunci kita mendapatkan pahala tak terhitung. Allah berfirman, “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS az-Zumar [39]: 10) Selama kita masih hidup, akan banyak ujian dan halangan yang menghambat kita meraih keberhasilan. Jalan hidup tidak selamanya mulus. Tidak jarang, aral melintang menghadang di tengah-tengahnya. Kita sebagai makhluk Allah yang tidak sempurna, kerap kali mudah menyerah, putus asa, kalah, depresi, dan stres karena sesuatu yang gagal kita dapatkan. Padahal, selama kita masih hidup, itu berarti Allah masih memberi kiat kesempatan untuk bangkit dan mendapatkan itu di waktu lain bila kita ta...

Wajah yang Bercahaya

Gambar
AJARAN Islam sangat menekankan kebersihan tak hanya kebersihan ruhani, tetapi juga kebersihan jasmani. Bahkan, kebersihan ruhani tak bisa tercapai tanpa kebersihan jasmani. Dengan demikian, kebersihan jasmani adalah syarat utama bagi kebersihan ruhani. Karena itu, sebelum kita melaksanakan shalat yang merupakan ibadah paling bisa mendekatkan kita kepada Allah atau bertaqarub kepada-Nya, kita diperintahkan untuk berwudhu. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat maka basuhlah mukamu, kedua tanganmu sampai siku dan sapulah kepalamu serta basuhlah kedua kakimu sampai mata kaki.” (QS al-Maidah [5]: 6) Nabi mengatakan, “Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci (berwudhu).” (HR Muslim). Dalam hadis lain, beliau bersabda, “Aku diperintahkan untuk berwudhu apabila hendak melaksanakan shalat.” (HR Abu Dawud) Lebih daripada untuk shalat, wudhu juga adalah penyebab wajah kita bersinar terang-benderang di akhirat, membedakan kita sebagai umat Na...

Memaafkan Kesalahan

Gambar
MANUSIA adalah makhluk sosial yang saling berinteraksi satu sama lain. Dalam interaksi itu, terkadang ada kesalahan atau kekeliruan yang dilakukan, baik disengaja maupun tidak. Dalam kondisi itu, Islam mengajarkan untuk tak hanya meminta maaf dengan tulus sepenuh hati, tapi juga memaafkan. Allah berfirman, “Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS an-Nur [24]: 22) Memberi maaf terkadang begitu sulit dilakukan. Apalagi jika kesalahan yang harus dimaafkan itu dirasakan sangat besar dan berat. Terkait dengan harga diri, reputasi dan nama baik. Bukannya memaafkan, terkadang malah marah, sakit hati, benci hingga dendam yang tertanam di dalam hati. Lalu, berpikir dan mencari-cari cara untuk membalas balik dengan keburukan yang sama, bahkan lebih. Pada ayat di atas, Allah menyuruh manusia untuk memaafkan dan berlapang dada atas keburukan yang ditimpakan oleh orang lain. Dengan kata la...

Lisan yang Menyelamatkan

Gambar
PEPATAH mengatakan, “mulutmu harimaumu”. Artinya, lisan atau mulut bisa sangat berbahaya bila tak dikontrol. Bahaya tak hanya kepada orang lain karena seperti pepatah itu, bak harimau yang menerkam mangsa. Bahaya juga bagi pemiliknya karena bila yang keluar dari lisan adalah keburukan, akibat buruknya juga akan kembali kepada si pengucap atau yang dalam pepatah lain, “senjata makan tuan”. Saking pentingnya kontrol terhadap lisan, ajaran Islam sangat menekankan umatnya untuk hati-hati dalam berbicara. Pikirkan dulu sebelum berbicara, bukan sebaliknya. Ucapan yang dipikirkan lebih dulu biasanya akan lebih baik dan tersaring, karena dalam proses berpikir itu ada pertimbangan-pertimbangan tertentu, baik itu terhadap isi yang akan disampaikan maupun antisipasi terhadap kemungkinan-kemungkinan atau akibat-akibat yang bakal terjadi setelah berbicara. Dalam hadis dikatakan, Rasulullah mengingatkan dengan tegas, “Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat tanpa dipikirkan terlebih ...