Postingan

Doa untuk Orang Tua

Gambar
AMAL saleh seseorang bisa jadi terputus ketika dia telah meninggal dunia. Namun, dia masih dapat manfaat dari beberapa amal yang dia telah lakukan sewaktu masih hidup, termasuk doa anak-anaknya yang saleh. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, “Apabila manusia telah meninggal maka putuslah semua amal perbuatannya kecuali tiga hal, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang senantiasa mendoakannya.” (HR Muslim)  Hal ini menjadi pengingat dan petunjuk bagi anak-anak yang orang tuanya sudah meninggal dunia untuk terus mendoakan mereka. Lebih spesifik lagi, doa dalam bentuk istighfar. Mendoakan dalam bentuk ini juga masuk dalam amal birrul walidain atau berbakti terhadap orang tua, sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi.  Diriwayatkan dari Malik bin Rabi’ah as-Sa’idi, dia menuturkan, “Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah, tiba-tiba datang seseorang dari Bani Salamah. Orang ini bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah masih ada cara bagiku untuk...

Husnul Khatimah

Gambar
SETIAP manusia akan mati. Tetapi, jenis kematiannya tidak sama. Dalam Islam dikenal ada dua jenis kematian, yakni  husnul khatimah  (akhir yang baik) dan  su’ul khatimah  (akhir yang buruk). Ciri utama mati  husnul khatimah  adalah mati dalam keadaan beriman dan berislam. Beriman berarti meyakini Allah sebagai Tuhan atau bertauhid, sementara berislam adalah komitmen menjalankan ajaran Islam, baik dalam perkataan maupun perbuatan, atau tunduk dan pasrah kepada Allah.  Dalam hadis, Rasulullah bersabda, “Sesuatu telah datang kepadaku dari Tuhanku, memberitahuku dan menyampaikan kabar gembira kepadaku bahwa barang siapa yang mati dari umatku dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, maka ia masuk surga.” (HR al-Bukhari). Masuk surga berarti tanda bahwa Allah meridai dan merahmatinya, karena akhir hayatnya di dunia dalam kondisi beriman dan berislam .   Mati  husnul khatimah  bisa terjadi, misalnya, pada seseorang yang ma...

Jangan Berkecil Hati

Gambar
MANUSIA sering kali membanding-bandingkan miliknya dengan milik orang lain. Sering kali, hal ini bukan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sendiri, melainkan untuk mencari-cari kesalahan, menggunjing, hingga tahap mendengki, bahkan memfitnah orang lain dengan sesuatu yang sesungguhnya tak benar. Akibatnya, orang lain selalu dilihat dari perspektif negatif tanpa pernah berusaha untuk berpikir positif dan mengintrospeksi diri.  Kita sering kali mempertanyakan, kenapa rezeki kita, misalnya, sedikit, bahkan seret, sementara rezeki orang lain terlihat begitu gampang didapat, bahkan mengalir tak henti-hentinya. Bukannya kita berusaha mengintrospeksi diri, kita sering kali malah menuding orang lain itu dengan hal-hal buruk atau negatif. Padahal, sejatinya kita tak pernah tahu apa yang terjadi sebenarnya. Hanya Allah yang Mahatahu.  Islam melarang kita untuk berprasangka buruk terhadap orang lain, apalagi sampai mendengki, memfitnah, dan mencelakakannya. Sebaliknya, Islam mendo...

Baik terhadap Tetangga

Gambar
MANUSIA adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan. Selain keluarga, orang yang paling dekat adalah tetangga. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab  Fath al-Bari  yang merupakan syarah dari kitab  Shahih al-Bukhari , menyebutkan bahwa para ulama berbeda pendapat mengenai batasan tetangga. Ada yang berpendapat 40 rumah dari setiap sisi. Ada yang berpendapat 40 rumah di sekitar kita. Ada pula yang berpendapat 10 rumah dari setiap sisi.  Dalam hidup bertetangga, Nabi memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada tetangga dan tidak berbuat jahat kepada tetangga. Beliau bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berbuat baiklah kepada tetangganya.” (HR Ibnu Majah). Dalam hadis lain, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah menyakiti tetangganya.” (HR al-Bukhari)  Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam kitab  Taisir al-Karim ar-Rahman  menjelaskan, tetangga yang lebih dekat tempatnya, maka lebih besar haknya. Mak...

Mendoakan Kebaikan

Gambar
MANUSIA pada hakikatnya adalah makhluk yang lemah dan tak sempurna di mata Allah. Allah berfirman, “Dan manusia diciptakan dalam keadaan lemah.’” (QS an-Nisa’ [4]: 28). Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Thariq al-Hijratain menafsirkan, kelemahan di sini mencakup semuanya secara umum. Manusia lemah badan, lemah kekuatan, lemah keinginan, lemah ilmu pengetahuan, dan lemah kesabaran.  Hanya Allah Yang Mahakuat dan Mahasempurna. Karena itu, manusia perlu berdoa kepada-Nya agar dibantu atau ditolong menghadapi berbagai kesulitan hidup yang tak kuasa dia hadapi. Juga mendoakan orang lain dengan kebaikan. Nabi bersabda, “Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, ‘ Dan bagimu juga kebaikan yang sama .’ ” (HR Muslim) Doa itu sendiri oleh Rasulullah disebut sebagai mukh al-‘ibadah (otaknya ibadah), “Doa itu adalah otaknya ibadah.” (HR at-Tirmidzi). Maksudnya, inti dari ibadah, karena o...

Bahagia dengan Berkurban

Gambar
BEBERAPA hari lagi kita akan masuk bulan Zulhijah, salah satu bulan Haram dalam Islam, selain Muharam, Rajab, dan Zulqa’dah. Bulan Haram dalam tradisi Arab sebelum Islam, kemudian ditegaskan dalam Islam, adalah bulan mulia dan terhormat. Pada bulan Zulhijah, ada kewajiban berhaji yang merupakan rukun Islam kelima bagi yang mampu. Ada juga hari raya Idul Adha atau Idul Qurban, di mana orang mukmin dianjurkan untuk berkurban sapi atau kambing/domba. Allah berfirman, “Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).” (QS al-Kautsar [108]: 2) Dalam hadis disebutkan, Nabi bersabda, “Tidak ada amalan yang dilakukan manusia pada hari Nahar (Idul Adha) yang lebih dicintai Allah selain daripada mengucurkan darah (hewan kurban). Karena sesungguhnya hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi. Maka ber...

Haji Mendekati Allah

Gambar
BULAN Zulhijjah atau bulan Haji akan segera tiba. Kaum muslim, baik laki-laki maupun perempuan, yang mampu secara finansial dan fisik, diwajibkan untuk pergi menuju Baitullah di Mekkah guna menunaikan rukun Islam kelima, yakni berhaji. Allah berfirman, “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka.” (QS al-Hajj [22]: 27-28) Ayat ini adalah firman Allah yang ditujukan kepada Nabi Ibrahim untuk menyerukan ibadah haji, niscaya orang-orang dari berbagai penjuru negeri datang dengan beragam cara dan jalan. Dari darat, laut, hingga udara. Dulu, sebelum ada pesawat terbang, orang-orang berhaji menggunakan jalur darat dan laut. Terkadang, memakan waktu yang lama. Kini, waktu seperti bisa dilipat menjadi lebih cepat dengan adanya pesawat terbang. Seruan Nabi Ibrahim benar-benar menjadi kenyataan, sa...