Postingan

Menampilkan postingan dengan label ibadah

Hati Terpaut Masjid

Gambar
RASULULLAH bersabda, “Barang siapa pergi pagi-pagi dan sore-sore ke masjid, Allah akan menyiapkan tempatnya di surga ketika ia pergi ke masjid pagi-pagi atau sore-sore itu.” (HR al-Bukhari) Masjid adalah tempat mulia dan diberkahi. Ia disebut juga “baitullah”, yakni rumah Allah, tempat Dia menerima tamu-tamunya yang Dia muliakan. Semakin seorang tamu rutin datang berkunjung, semakin banyak pula Dia menjamunya dengan berbagai keutamaan dan kemuliaan yang akan ia rasakan manfaatnya, tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Pada hadis di atas, Rasulullah menyatakan bahwa Allah akan mempersiapkan tempat terindah di surga bagi para tamu yang sering datang mengunjungi-Nya. Salah satu ciri dari orang yang beriman itu sendiri adalah memakmurkan masjid, yang berarti adalah rutin mengunjunginya, “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pu...

Ramadhan Bulan Tadarus

Gambar
ALLAH berfirman, “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penje lasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). ” (QS al-Baqarah [2]: 185)  Ramadhan adalah bulan mulia, salah satunya karena di dalamnya Alquran diturunkan. Alquran sendiri adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad sebagai petunjuk bagi manusia secara umum, seperti disinggung ayat di atas, dan secara khusus bagi kaum yang bertakwa, “Kitab (Alquran)  ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (QS al-Baqarah [2]: 2)  Ini relevan dengan tujuan dari ibadah puasa yang diwajibkan bagi orang-orang yang beriman di bulan Ramadhan, yaitu agar menjadi pribadi-pribadi bertakwa, “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS al-Baqarah [2]: 183)  Dengan demikian, di bulan Ramadhan...

Beramal Tanpa Terlihat Orang

Gambar
ALLAH dan Rasul-Nya menyuruh kita untuk banyak beramal dengan ikhlas semata-mata demi mengharap pahala dan rida-Nya. Baik amal itu dilakukan secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Kedua amal ini sama-sama baik, asalkan diniatkan karena Allah. Hanya saja, amal yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi tanpa diperlihatkan kepada orang lain, itu lebih utama daripada amal yang dilakukan secara terang-terangan, karena rentan menimbulkan riya.  Rasulullah dalam hadisnya bersabda, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik, bertakwa, dan beramal (beribadah) secara sembunyi-sembunyi, yakni mereka yang apabila tidak berada di kumpulan orang-orang tidak ada yang merasa kehilangan mereka, dan apabila mereka berada di kumpulan orang-orang tidak ada seorang pun yang mengenali atau mengetahui mereka. Hati mereka adalah pelita-pelita yang menunjukkan jalan. Mereka keluar dari setiap kesulitan/musibah berat yang mereka alami.” (HR Ibnu Majah)  Pada hadis ini, Rasu...

Doa untuk Orang Tua

Gambar
AMAL saleh seseorang bisa jadi terputus ketika dia telah meninggal dunia. Namun, dia masih dapat manfaat dari beberapa amal yang dia telah lakukan sewaktu masih hidup, termasuk doa anak-anaknya yang saleh. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, “Apabila manusia telah meninggal maka putuslah semua amal perbuatannya kecuali tiga hal, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang senantiasa mendoakannya.” (HR Muslim)  Hal ini menjadi pengingat dan petunjuk bagi anak-anak yang orang tuanya sudah meninggal dunia untuk terus mendoakan mereka. Lebih spesifik lagi, doa dalam bentuk istighfar. Mendoakan dalam bentuk ini juga masuk dalam amal birrul walidain atau berbakti terhadap orang tua, sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi.  Diriwayatkan dari Malik bin Rabi’ah as-Sa’idi, dia menuturkan, “Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah, tiba-tiba datang seseorang dari Bani Salamah. Orang ini bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah masih ada cara bagiku untuk...

Mendoakan Kebaikan

Gambar
MANUSIA pada hakikatnya adalah makhluk yang lemah dan tak sempurna di mata Allah. Allah berfirman, “Dan manusia diciptakan dalam keadaan lemah.’” (QS an-Nisa’ [4]: 28). Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Thariq al-Hijratain menafsirkan, kelemahan di sini mencakup semuanya secara umum. Manusia lemah badan, lemah kekuatan, lemah keinginan, lemah ilmu pengetahuan, dan lemah kesabaran.  Hanya Allah Yang Mahakuat dan Mahasempurna. Karena itu, manusia perlu berdoa kepada-Nya agar dibantu atau ditolong menghadapi berbagai kesulitan hidup yang tak kuasa dia hadapi. Juga mendoakan orang lain dengan kebaikan. Nabi bersabda, “Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, ‘ Dan bagimu juga kebaikan yang sama .’ ” (HR Muslim) Doa itu sendiri oleh Rasulullah disebut sebagai mukh al-‘ibadah (otaknya ibadah), “Doa itu adalah otaknya ibadah.” (HR at-Tirmidzi). Maksudnya, inti dari ibadah, karena o...

Haji Mendekati Allah

Gambar
BULAN Zulhijjah atau bulan Haji akan segera tiba. Kaum muslim, baik laki-laki maupun perempuan, yang mampu secara finansial dan fisik, diwajibkan untuk pergi menuju Baitullah di Mekkah guna menunaikan rukun Islam kelima, yakni berhaji. Allah berfirman, “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka.” (QS al-Hajj [22]: 27-28) Ayat ini adalah firman Allah yang ditujukan kepada Nabi Ibrahim untuk menyerukan ibadah haji, niscaya orang-orang dari berbagai penjuru negeri datang dengan beragam cara dan jalan. Dari darat, laut, hingga udara. Dulu, sebelum ada pesawat terbang, orang-orang berhaji menggunakan jalur darat dan laut. Terkadang, memakan waktu yang lama. Kini, waktu seperti bisa dilipat menjadi lebih cepat dengan adanya pesawat terbang. Seruan Nabi Ibrahim benar-benar menjadi kenyataan, sa...

Wajah yang Bercahaya

Gambar
AJARAN Islam sangat menekankan kebersihan tak hanya kebersihan ruhani, tetapi juga kebersihan jasmani. Bahkan, kebersihan ruhani tak bisa tercapai tanpa kebersihan jasmani. Dengan demikian, kebersihan jasmani adalah syarat utama bagi kebersihan ruhani. Karena itu, sebelum kita melaksanakan shalat yang merupakan ibadah paling bisa mendekatkan kita kepada Allah atau bertaqarub kepada-Nya, kita diperintahkan untuk berwudhu. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat maka basuhlah mukamu, kedua tanganmu sampai siku dan sapulah kepalamu serta basuhlah kedua kakimu sampai mata kaki.” (QS al-Maidah [5]: 6) Nabi mengatakan, “Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci (berwudhu).” (HR Muslim). Dalam hadis lain, beliau bersabda, “Aku diperintahkan untuk berwudhu apabila hendak melaksanakan shalat.” (HR Abu Dawud) Lebih daripada untuk shalat, wudhu juga adalah penyebab wajah kita bersinar terang-benderang di akhirat, membedakan kita sebagai umat Na...

Doa yang Lembut

Gambar
ALLAH Mahadekat, bahkan lebih dekat dibanding urat leher kita. Dia melihat semua aktivitas kita, baik yang terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Dia juga mendengar segala ucapan, doa dan permohonan kita yang jelas dari mulut, bahkan bila itu hanya berupa lintasan di dalam hati yang tak terucap. Allah berfirman, “Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS Qaf [50]: 16) Dikisahkan, Nabi pernah menegur orang yang berdoa dengan suara keras, “Wahai manusia, tenangkan diri kalian. Sesungguhnya kalian tidak sedang berdoa kepada Tuhan yang bisu atau tidak ada. Sesungguhnya Tuhan yang kalian seru Maha Mendengar dan Mahadekat.” (HR al-Bukhari dan Muslim). Allah sendiri menegaskan, “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS al-A’raf [7]: 55) Nabi Zakariya disebutkan juga...

Teguh Menjaga Amal

Gambar
AMAL saleh, baik yang bersifat mahdah (ritual) maupun ghair mahdah (sosial), perlu dijaga dengan terus-menerus melakukannya atau konsisten tanpa pernah bosan apalagi sampai berhenti. Nabi bersabda, “Jangan membiasakan ibadah lalu meninggalkannya.” (HR ad-Dailami). Allah sangat menyukai orang yang melakukan hal seperti itu, meskipun sedikit. Nabi bersabda, “Amal (kebaikan) yang disukai Allah ialah yang langgeng meskipun sedikit.” (HR al-Bukhari) Dikisahkan, pada suatu ketika, Alqamah pernah bertanya pada Ummul Mukminin Aisyah mengenai amal keseharian Rasulullah, “Apakah beliau mengkhususkan hari-hari tertentu untuk beramal?” Aisyah menjawab, “Beliau tidak mengkhususkan waktu tertentu untuk beramal. Jika beliau beramal, beliau selalu terus-menerus melakukannya.” (HR al-Bukhari dan Muslim) Ibnu Rajab dalam kitabnya, Fath al-Bari , menjelaskan, Nabi selalu melakukan amal secara konsisten, dan melarang memutuskan atau meninggalkan amal begitu saja. Dalam hadis disebutkan, Nabi ...